Posts

Ambulans...Aku sih NO!

Di tahun 2010 mobil putih dengan tulisannya yang terbalik itu bertengger manis dekat pos satpam. Saat itu lebih dari satu satpam (Cuma dua sebenernya) masih bisa menjadi supir untuk mobil tersebut ketika ada penghuni yang butuh diantar ke rumah sakit. Walaupun tak jarang sangat susah dicari ketika butuh apalagi ketika kejadian berlangsung tengah malam. Namun mobil bertype carry mungil (tidak seperti fasilitas yang sudah disediakan sekarang sejenis elf) kondisinya memang membuat sebagian yang pernah berurusan dengan ini berkomentar. “kak ...kok aku serem ya naik mobil ini, udah tua banget kayaknya, tiap kali jalan bunyi krekkk...krekkk pada tempat si pasien dibaringkan dalam mobil itu . Yang sehat bisa jadi sakit yang sakit apalagi hihi ” Sampai suatu kali, ada adik penghuni  yang minta dirawat di rumah sakit karena demam berdarah. Seprti biasa bukan penghuni asrama kalo nggak gaduh. Ketok-ketok kamar dan lapor... “Kak..temen sekamar saya sakit, ayo kakak lihat. Dia...

Jangan Bosan

Image
Kali pertama ia datang masih dengan semangat, keramahan dan penerimaan terbuka ketika ditanyai. Sesungging senyum tercipta dan sebait kalimat terlontar “mungkin saat ini masih ada yang dia kerjakan” Kali kedua masih seperti kali pertama namun kini ia mulai bersikap singkat hanya dengan menjawab “iya”. Sebait dugaan muncul ada yang salah dengan pertanyaan ya Kali ketiga, baru mengucapkan dan memanggil namanya saja, “pergi dulu ya ..” dan berlalu Kali keempat dan seterusnya ------------- tak ada kabar, tak ada keterangan walaupun fisiknya masih memenuhi penglihatan. Disisi lain semua hal ia tanggapi kecuali satu hal itu, mengerjakan hal yang lain bisa dengan mudahnya namun untuk hal yang satu ini, dikibaskan semua tangan dan suara-suara yang datang tanpa dijawab bahkan ia sendiri pun tak bisa menjawab harus bagaiman . Angkat tangan...tak akan menanyakan hal itu kembali, saya sudah merampungkan hal ini namun tidak sempurna tanpa bagian ini ujarku  pada sos...

Gara-gara mereka

Image
“Cintailah amanahmu beserta orang-orang yang berada di dalamnya... mengutip tulisan salim a fillah ...Walau kadang berjamaah itu melukai tetapi ia memberi arti ” Gara-garanya amanah ini sepenggal episode manis, pahit, hambar,geram,marah, benci, kesal dan serangkaian peristiwa penuh tantangan dan juga kesabaran bisa dialami. Gara-garanya amanah ini harus dijalani ada warna-warni indahnya sebuah persahabatan oh inikah yang namanya berteman dan namamu akhirnya berganti ‘keluarga penuh warna’, bagaimana dahsyatnya sebuah perhatian mulai dari yang biasa-biasa aja sampai perhatian yang kebablasan. Bagaimana rasanya saling merangkul penuh kasih sayang, bagaimana tidak enaknya saling diam padahal berdekatan siang malam berada dalam satu lingkungan. Sampai perasaan sakit hati pun terlontarkan Ada saat-saat berat yang tak tertahan ketika menjalani ini,menelungkupkan muka dan tidak sadar ada sesosok wajah yang memergoki padahal tak ada harap untuk diketahui bahkan biarlah ini k...